Kamis, 06 November 2008

Semarang noise....

Sembilan jam berselang setelah kita beranjak dari Kota kembang.... akhirnya sampai juga kita di kota semarang kira-kira jan 8 pagi...wahhh...suasana terasa panas sekali pagi itu ditambah dengan kondisi badan yang sangat lelah setelah 'berpesta" di Mini Grunge Party Bandung. Anak-anak respito serasa bermusuhan dengan teriknya mentari...hahahaha....ya memang energi yang tersisa hampir habis, akan tetapi kandas oleh semangat anak-anak respito yang memang baru pertama kali main di Semarang.

Dengan setengah kebingungan kita berputar-putar sedikit mencari venue disana..., tapi setelah berkali-kali bertanya kita tiba juga di Taman Budaya Raden Saleh, sebuah gedung pertunjukan seni seperti GKJ di jakarta. Turun dari mobil kita langsung mendengar sebuah band yang nampaknya kita kenal dari riff-riff nya... yah benar...."Navicula sedang Sound check !!" kita semua langsung bergegas menuju kesana dan benar anak-anak Navicula Robi, Dankie, Made, Gembul kawanan grunger Bali ini sedang sibuk di atas panggung..."mantappp!!" dalam hatiku menyeru...Di kejauhan aku menyapa Robi sang vokalis... tak lama mereka selesai dan kita mulai berbagi cerita.

Setelah beberapa saat...berkat keramahan mereka kita diajak untuk mampir ke Hotel tempat mereka menginap..untuk mandi dan istirahat sejenak...( makasih banget navicula u're the best ) tanpa basa basi kita lagsung mengiyakan ajakan mereka..heheheheh maklum badan udah kerasa "lengket" badan mulai pegel-pegel juga uhhahahahaha.....yah itulah sedikit cerita yang bisa menggambarkan keramah-tamahan anak-anak Navicula. Sesampainya disana ternyata.....anak2 "The Bolong" juga bermalam disana , aku juga sempat ngobrol sama Egy vokalisnya.. Tak lama kemudian badan ini mulai rebah,,, dan .....zzzzz....zzzzz..

Pukul 11.30 dengan sedikit panik anak-anak mulai bergegas mandi dan langsung menuju venue karena kita dapet giliran main jam 12.25WIB. Setelah pamit ke anak-anak Navicula dan The Bolong kita langsung cabss,,,,,,"Panasnya mantebb yahh??" ujar anak-anak respito sambil tertawa dengan mata yang sayu karena kelelahan...tepat 12.10 kita tiba di venue dan langsung soundcheck sejenak sambil menunggu acara dimulai...jrang..jrengg....oaaxxxxaxaxa,,@#%// jejed..jejed...

Oke ini saatnya tiba...lagu pertama kita hajar dengan lagu PJ.. world wide suicides dan sekumpulan grunger mulai masuk kedalam gedung ....dilanjutkan dengan orang-orang disana terlihat menikmati lagu ini....dan dilanjutkan dengan lagu "Angels Cry""Hilang" lagu respito yang saat ini sedang air play di Prambors radio.... dengan sisa energi yang hampir collapse kita lanjutkan lagu penutup kita...."3:00 am" disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh audience. woow....lewat juga selama 25 menit menjaga agar tubuh ini tetap fit..akhirnya segalanya bisa dilewatkan...hell yeaaahhhh......


Kamis 6 november 08
08.00pm


Rabu, 05 November 2008

Pesta Grunge !! Bandung 1 November






Sabtu 1 November'08,Pukul 2;00 pagi.. kita tiba di Jati Nangor bermalam dikost-an sahabat kami Yudha, perjalanan yang cukup melelahkan, karena sebelumnya di hadang "ruwetnya" lalu lintas jakarta yang Kucintai dan disirami hujan yang cukup membuat nyaman perjalanan Jkt-Bdg. Sesampainya kita terlelap disana...kecuali saya yang kerap sulit untuk tidur seperti hari ini saat saya menulis tulisan ini,.
Bandung, 1 November 2008, Ditengah sulitnya membuat event di Bandung pasca tragedi "AA" Komunitas "We Are Grunge" (W.A.G) Bandung mengadakan sebuah acara bertajuk MINI GRUNGE PARTY di Distro Channel bandung. Hari itu merupakan hari yang luar biasa menurut saya walaupun diadakan secara sederhana, namun acara ini layaknya Oasis ditengah "keringnya" event grunge di tanah air.

Semua orang terlihat bersemangat hari itu ditambah hangatnya sambutan kawan-kawan disana, saling menyapa, memberi support satu sama lain selayaknya sebuah keluarga yang lama tidak bertemu.
yah.. memang acara ini cukup membayar kerinduan mereka terhadap pesta musik grunge. Tak ketinggalan grunger dari Jakarta,Bekasi, Cianjur, Cilegon,Sawangan, Tangerang, ikut meramaikan acara ini. Acara dimulai kira-kira pukul 13.40 WIB, sebelumnya kam 12.30 ada sesi Jam session untuk kawan-kawan yang hadir, teman2 Northside, Everlasting. Usai Jam session Acara dibuka Oleh panjul dan achonk(saya lupa nama bandnya hahahah,,.) cukup inik karna hanya terdiri dari Drum dan Vokal/guitar..hajarr boyss..

Respito
hari itu kebagian dua sesi...sesi pertama kita buka dengan lagu "pretty damn girl"
setelah itu giliran sahabat kita Cupitos Mosquitos(Bdg) lalu Sound of Molly (Bdg) di sesi kedua kita membawakan lagu World wide suicides (Pearl jam), dan lagu terakhir kita tutup dengan lagu baru kita yang berjudul (3:00 am')" semua orang saya lihat cukup menikmati walaupun mereka masih terlihat awam dengan lagu-lagu respito. Ini adalah event grunge pertama dibandung buat kita..... perasaan senang, puas dibalut keramahan kawan-kawan disana yang kian membawa hati ini serasa damai. Mungkin kita memang jarang bertemu tp kesamaan kita akan musik membuat kita saling menghargai. Sulit menggambarkan betapa hangatnya keadaan disana sore itu..

Acara semakin memanas... dilanjutkan oleh Instalasi (Bekasi) feat apoy Doollstick(Cianjur), Budokay(Tng), W.A.G(Bdg), River(Bdg), Water Broke(Bdg), Beach Head (Cilegon) dan terakhir De @tlan(Bekasi), semua Orang berhead-banging menikmati hidangan musik seattle-sound ini... Lagu2 Nirvana,Alice in Chain, Pearl Jam, Silverchair, Bergema disana... berkibar...mengobati kerinduan mereka.... acara ini juga dihadiri oleh Che"cupumanik" dan Fani"Slum/beatheaven" menambah ramai suasana..


Setelah acara berakhir, semua orang saling menyapa, berkenalan, mengabadikan diri dalam sebuah gambar..,.. dan Gokill..acara ini...benar-benar sukses... menurut saya...
lalu semua grunger lanjut ke Warung Indung dijalan Riau tempat anak2 Klab "Interaksi Hati" biasa berkumpul. mereka makan malam disana dan saling berdilaturahmi satu sama lain...suasana yang sungguh2 membuat saya terpukau karena rasa kekeluargaan mereka yang besar.

Tepat Pukul 09.00 malam kita harus pamit lebih awal, karena kita harus melanjutkan perjalanan kita ke Semarang untuk mengisi acara "Indie Youth Noisfield" "Salut" satu kata yang bisa kuucapkan buat grunger bandung dan semua grunger yang hadir disana...semoga dilain hari Pesta Musik Grunge ini bisa bergaung terus di bandung,,...di tanah air ini, seperti lebih dari satu dasawarsa lalu...

"Lihatlah mereka berpesta....bersilaturahmi...meneriakan hati mereka akan musik...
Mengimbangi kerasnya musik ini dengan rasa kekeluargaan...mereka tak peduli dari mana mereka berasal karena bahasa mereka satu pada hari itu....GRUNGE!!!!

Jatinangor 3 november
04.05 dini hari
"saat mimpiku dirampas mata yang terjaga"

Respito On Tremollogy part.1


Hey guys,, abis pulang dari semarang dan Bandung, kita udah siap2 lagi nih buat event di Jakarta,
Namanya Tremollogy Part.1 c u there , kita bener-bener butuh dukungan kalian sekarang..:)

Selasa, 28 Oktober 2008

"Jalan Menuju Surga"





Mendedikasikan musik untuk hidup di dunia tanpa bekal materi duniawi yang cukup, hanya mengandalkan talenta Tuhan, Ragu, bimbang (butuh semangat baru) daya upaya yang kita lakukan terasa berat. Selama 7 tahun terombang-ambing, meraba-raba, menerawang...

Respito
layaknya sebuah perahu kecil tanpa layar yang dihempas tirani-tirani kedigdayaan kapal-kapal besar dengan sistemasi terkungkung, patokan-patokan musikalitas yang buram. Kami hanya sekumpulan orang-orang yang ingin berekspresi, mungkin orang-orang mengatakan berkarya seni, tapi kita yakin kita hanya bersenang-senang dengan setangkup harapan keberhasilan finansial, kesuksesan ber-propaganda tentang imajinasi dalam pikiran kita.

Saat ini...bangsa kita morat-marit....bencana alam, kebobrokan dunia politik, sistem pemerintahan yang carut marut...kemiskinan...penyakit moralitas...pudarnya
Nasionalisme, perampasan hak asasi, mewarnai Bangsa ini... Mungkinkah ada sedikit tempat untuk kita menuangkan sedikit idealisme sementara semakin hari hitungan umur kita semakin bertambah...mungkin semakin terlihat "sangat tidak mapan" bagi sekumpulan orang yang hidupnya masuk didalam sebuah "sistem" Sungguh klise memang disaat orang-orang yang sebaya dengan kita menuju sesuatu yang "mapan" kita tetap "asik bermain" dengan mimpi-mimpi liar kita sejak umur belasan tahun...

Di Negara-ku...menjadi seorang musisi dan
"tidak menjadi mapan" seperti mimpi buruk yang menakutkan, orang-orang disekeliling kita sudah menarik napas yang sedalam-dalamnya dan mungkin bertanya didalam hatinya..."apa yang ada didalam pikiran mereka?! apa masih ingin menjadi musisi?!"... Mungkin musisi di negaraku memiliki definisi "Artis tenar", tapi apa benar demikian?! kita tidak pernah tahu... Mungkin kita bukan musisi seperti itu (tidak tenar atau belum menjadi tenar), tapi setidaknya kita masih terhindar dari "sistem yang meracuni moral kita" atau mungkin ter-minimalisasi. walaupun tak dapat dipungkiri didunia musik, sistem-sistem itu pasti ada... kadangkala kita merasa..."kita ini bodoh?!apa terlalu pintar?!" sehingga sulit untuk menapaki jejak-jejak itu, karena dunia itu sudah bukan hitam atau putih.

Sejujurnya...kita ingin suatu perubahan disini, apapun bentuknya kita ingin punya peran didalamnya...amin

Kami hanya sedang mencari jalan... "Jalan Menuju Surga".....
Kemanggisan, maret 2008
03.00 menjelang subuh

MUSISI MUSIMAN?

Jadi musisi saat ini tidak seindah yang dulu kita bayangkan…dimulai dengan membentuk sebuah band yang solid, menyatukan visi-misi, menciptakan musik yang bagus, mencari produser, rekaman di sebuah label, untuk kemudian menjadi tenar.


Di Era sekarang, menjadi seorang musisi butuh lebih dari sekedar sebuah bakat yang besar sebagai “Modal”, terkadang kita berpikir bahwa kita orang yang beruntung…memiliki orang tua dan dilahirkan di keluarga yang bisa membuat…kita merasakan “bangku kuliahan!!!” yang nyata-nyata meng-upgrade secara luar biasa diri kita dengan wawasan yang lebih luas, proses berpikir yang kritis (sedikit banyak produk pendidikan di negaraku) itu yang kadang membuat kita merasa lebih beruntung dibanding dengan orang kebanyakan di negaraku. Coba kubayangkan teman-teman sebayaku yang pada usia kuliah harus ikut membantu orang tuanya membiayai hidup keluarga,.hmmhmmm Salut buat mereka..!!!

Tapi bukan itu “modal” yang tadi kita maksudkan, tapi modal uang (sesuatu di dunia yang paling kita senangi tp kadang bisa jadi sesuatu yang paling benci,) untuk mem-publish Respito. Apalagi seperti Respito yang bisa dikatakan ter-marginal oleh pasar di negara-ku yang saat ini yang lebih memihak pada karya-karya yang justru menurunkan kualitas musik di negaraku (bukan iri…tapi secara objektif dan dengan sadar para pengamat musik pun menyatakan demikian)

Kalau orang bilang “mau indie apa major?!” itu hal yang abstrak menurut kita…tapi memang pada kenyataanya di negaraku, kalau mau masuk label major, musti bikin musik yang "jualan" parameter jualan itu seperti apa si ? siapa sih yang ga mau musik mereka bisa di jual? ya ga? Masalahnya jualan menurut mereka sekarang ya semuanya tipikal, benar kata rekan saya Rendy Asylum dia bilang bahwa "musik tema cinta itu gak haram..tapi..band2 cinta yg tenar itu sendiri yg memberi kesan cinta itu murah dan dangkal" Jadi intinya bikin lah lagu cinta yang berkualitas.. bener ga?

Tapi mungkin memang seperti itu yang laku…seperti waktu Respito berkunjung di klub ngobrol interaksi hati di Warung Indung, Bandung. Saat itu ada beberapa bahasan yang berkaitan…karena yang menjadi topik adalah…menciptakan sebuah musik yang notabene adalah produk budaya itu menggunakan hati atau mengikuti selera pasar dan terbawa arus pasar?!jika musik adalah produk budaya seharusnya bisa memberi pencerahan bagi orang-orang yang mendengarkannya, lalu apakah musik negaraku saat ini bisa memberi pencerahan?!apa bisa dikatakan sebagai produk budaya? Topik diskusi ini dibuka oleh che cupumanik

Cukup alot dan menyenangkan memang pembahasan malam itu...

Dua tahun belakangan ini musik di Negara kita dihabisi oleh band-band itu…hmm…what a f**k’n band?! suka tidak suka…memang mereka laku keras...hal itu yang tidak bisa dipungkiri. (mencoba untuk positif thingking dengan menyatakan mungkin memang saat ini sedang musimnya) mungkin kita harus bruusaha lebih keras lagi dan tidak melulu menyalahkan orang lain ataupun menyalahkan keadaan.

Pada dasarnya, konsep Respito sendiri adalah “bikin musik yang bagus ” …walaupun terdengar sangat absurd, yang pasti Respito “ga bikin musik musiman”, kita akan terus ber-eksplorasi apapun bentuknya…

Dilemma memang, jikalau mengikuti pasar kita pasti mapan secara finansial, tapi sampah kualitasnya dan terkekang secara batin. Bingung?! Serba salah…musik untuk hidup atau hidup untuk musik?!

Harus diakui di negara kita pengakuan terhadap musisi dan karyanya bisa dikatakan kurang dihargai..jauh berbeda dengan di negara lain yang sangat menghargai musisi untuk mengembangkan karyanya…musisi di negara ini Cuma dipandang dengan sebelah mata, kurang dihargai kejeniusannya secara kualitas, di negara ini yang berlaku adalah “musisi yang jenius adalah musisi yang bisa menggapai pasar!!!” bener ga sih kawan?

………Yang mana yang Jenius?!

…tapi biarlah…ini hanya sebuah tulisan kecil yang menggambarkan perasaan kita saat ini, yang ingin kita bagi dengan kawan-kawan, tulisan ini bukan suatu pembenaran tapi hanya proses mencari kebenaran, mungkin waktu yang bisa menjawabnya, mungkin Tuhan ingin kita belajar lebih banyak, berusaha lebih keras, menatap dunia dengan optimis.…saat ini kita Cuma ingin memainkan musik yang kita suka … kita sedang mencari jalan............................“Jalan menuju surga”

Kemanggisan… 01.33 Wib

Saat Insomnia datang…..



Respito On Prambors Nu BUZZ

Senin, 27 Oktober 2008

GRUNGEFEST 2008 14 DESEMBER 2008

Pesta musik anak2 grunge di tahun 2008 ini bakalang diadain di CAfe Maroti tanggal 14 desember 2008, respito bakalan main bareng band-band grunge dari berbagai daerah.. yang pasti bakalan menyenangkan...."colok, nyalain Jrang jreeng!!!!"
Kalo teman-teman berminat datang buruan beli ticketnya jangan sampai kehabisan, karena ticket terbatas..

Ticketbox Grungefest :
Jakarta : Twins Music 0812 970 9469
Bekasi : 0856 932 89367
Tangerang : 021 91373637
Cianjur : 0856 24472779
Puncak : 0856 700 7028